Langsung ke konten utama

Unique Family: Tiga Biji 😂

Tinggal tiga orang di keluarga kami. Sisanya berkelana mencari makanan di keluarga lainnya.

Hihihi.

Lucu rasanya. Sempat ada perasaan mau bubar saja. Eh, tapi, buat apa juga. Grup ini kan untuk belajar, ya sudah dijalani saja.

Go live apa yang ditonton?
Sejujurnya, saya belum menonton satu pun.

Kenapa?
Karena belum ada tema yang sesuai dengan mind map saya.

Kok gitu?
Sejak awal, saya membuat peta sempit, agar tidak melebar. Hanya tentang babywearing yang akan saya pelajari. Jika diluar itu, belum dulu.

Lalu, gimana?
Ya, saya belajar diluar juga. Kedatangan wrap dari komunitas lainnya.

Di grup belajar, ada mbak Nella dan Mbak Kena.

Pekan ini, kami mendengar suara mbak Kena.

Mbak Kena membahas mengenai persalinan yang nyaman dan menyenangkan. Ia juga berbagi kisah dan pengalaman keguguran dua kali yang pernah dialaminya.

Mendengar kisahnya membuat saya merinding sendiri.

Ya, penting sekali mempersiapkan diri sebagai calon istri/ibu.

Saya pun membagikan apa-apa yang pernah saya tuliskan berkaitan dengan persiapan pra-sedang hamil.

Mungkin, ini dulu rangkuman tugas kali ini.
Keranjang apel saya masih belum banyak terisi. Semoga nanti ada lagi ya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.