Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Oleh-oleh untuk Teman Belajar

Alhamdulillah, masuk ke fase ini. Kali ini tugasnya memberikan hadiah kepada teman kita. Hadiah ini berkaitan dengan tema yang sedang dipelajari oleh teman kita. Ada hal menarik yang ketika diskusi ditanyakan: "bagaimana kita bisa memberikan rekomendasi bacaan/sesuatu (hadiah) sedangkan tema tersebut bukan menjadi bagian belajar kita dan tidak sedang kita butuhkan untuk dipelajari?" Nah, iya juga ya.. Kalau saya memberikan beberapa hadiah sesuai dengan apa yang saya pelajari kepada kawan dengan tema belajar berbeda. Kebetulan, saya juga mempelajari tema lain, tapi tidak memilih memasuki kelasnya. Nah, apa saja yang saya bagikan? 1. Mbak Hanifah dari IIP Surabaya-Madura. Saya mengirimkan video family finansial planning dari channel youtube ZAP Finance. Channel ini salah satu yang saya pelajari dan terapkan mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Saya banyak mendapatkan manfaat darinya. Mbak Hani menceritakan jika ia akan mengambil keluarga tambahan bidang keu...

Mencari Teman di Bunda Cekatan

Pengakuan Dosa: Saya tidak menyimak live nya. Ini mengerjakan langsung saja. Hahahah. Lucu rasanya. Kenapa saya begini? Sudah lelah-lelah ikut kelasnya tapi tidak dijalankan dengan baik. Ya, saya biasanya akan menonton dilain waktu ketika sudah lewat pun, wkwkwkwk Intinya, ini saya kerjakan berdasarkan melihat tugas kawan-kawan lainnya. Padahal, saya pun tak tahu sebenarnya apa pembahasannya. Hiks. Saya hanya membaca rangkuman dari mbak April yang dibagikan di grup.  Sebelum itu, ada teman-teman yang menjapri saya. Menanyakan kelas yang saya ikuti dan kenapa menyukai hal tersebut. Ya, saya menjawabnya. Ada tiga orang yang menghubungi dan dua lainnya berasal dari teman sekelas. Saya belum aktif mencari teman karena, saya masih merasa cukup dengan mentor belajar menggendong saya saat ini. Kebanyakan orang membuat saya kurang fokus. Saat ini, saya sedang mempraktikkan apa yang dipelajari dari pola yang Bu Septi lakukan di dunia nyata. Saya tidak ingin "membaguskan...

Unique Family: Tiga Biji 😂

Tinggal tiga orang di keluarga kami. Sisanya berkelana mencari makanan di keluarga lainnya. Hihihi. Lucu rasanya. Sempat ada perasaan mau bubar saja. Eh, tapi, buat apa juga. Grup ini kan untuk belajar, ya sudah dijalani saja. Go live apa yang ditonton? Sejujurnya, saya belum menonton satu pun. Kenapa? Karena belum ada tema yang sesuai dengan mind map saya. Kok gitu? Sejak awal, saya membuat peta sempit, agar tidak melebar. Hanya tentang babywearing yang akan saya pelajari. Jika diluar itu, belum dulu. Lalu, gimana? Ya, saya belajar diluar juga. Kedatangan wrap dari komunitas lainnya. Di grup belajar, ada mbak Nella dan Mbak Kena. Pekan ini, kami mendengar suara mbak Kena. Mbak Kena membahas mengenai persalinan yang nyaman dan menyenangkan. Ia juga berbagi kisah dan pengalaman keguguran dua kali yang pernah dialaminya. Mendengar kisahnya membuat saya merinding sendiri. Ya, penting sekali mempersiapkan diri sebagai calon istri/ibu. Saya pun membagikan apa-ap...

Jurnal Ulat 2: Keluargaku

Bismillah.. Kelas ini diawali dengan mengisi form tema belajar di masing-masing regional. Saya memilih materi sesuai dengan peta belajar saya: Babywearing. Ternyata, di regional, saya sendirian. Saya pikir, "oh, nanti pasti ada temannya di Nasional". Eh, nyatanya yang mengambil tema ini sebagai bahan belajar belum banyak. Singkat cerita, saya 'tiba-tiba' melihat pengumuman nama saya terpampang sebagai: Kepala Keluarga. H" apa pula ini?", pikir saya. Teh Chika selaku Rektor IP me- mention nama saya. Wah, jadi semakin deg-deg kan. Sejujurnya, saya hanya ingin belajar dengan tenang, tanpa mengurusi aktivitas administratif, tapi ya sudah lah. Saya jalani saya. Ketika itu,w bertepatan dengan belajar di Bunda cekatan, saya sedang mengikuti acara diluar kota. Rasanya, nano-nano. Tidak optimal menyimak kelas. Saya membuat grup di tengah-tengah acara, lalu mulai proses masuk anggota. Ada agenda masuk-keluar disini. Peserta bingung sebaiknya masuk kelas ...