Langsung ke konten utama

Jurnal Ulat 2: Keluargaku

Bismillah..
Kelas ini diawali dengan mengisi form tema belajar di masing-masing regional. Saya memilih materi sesuai dengan peta belajar saya: Babywearing. Ternyata, di regional, saya sendirian. Saya pikir, "oh, nanti pasti ada temannya di Nasional". Eh, nyatanya yang mengambil tema ini sebagai bahan belajar belum banyak.

Singkat cerita, saya 'tiba-tiba' melihat pengumuman nama saya terpampang sebagai: Kepala Keluarga. H" apa pula ini?", pikir saya. Teh Chika selaku Rektor IP me-mention nama saya. Wah, jadi semakin deg-deg kan.


Sejujurnya, saya hanya ingin belajar dengan tenang, tanpa mengurusi aktivitas administratif, tapi ya sudah lah. Saya jalani saya.


Ketika itu,w bertepatan dengan belajar di Bunda cekatan, saya sedang mengikuti acara diluar kota. Rasanya, nano-nano. Tidak optimal menyimak kelas.

Saya membuat grup di tengah-tengah acara, lalu mulai proses masuk anggota. Ada agenda masuk-keluar disini. Peserta bingung sebaiknya masuk kelas "tak terdefinisi" ini atau ada rumah yang lebih sesuai.

Saya arahkan agar mereka melakukan "re-definisi" atas apa yang ingin dipelajari. Makna istilah yang ingin dipelajari tak harus sama dengan yang lainnya. Usai itu, baru melakukan pemilihan ulang keluarga belajarnya.

Ini alur pertemuan di rumah keluarga kami..


Selanjutnya, saya mengajukan diri untuk memperkenalkan apa yang sedang saya pelajari. Babywearing. Saya menggunakan voice note melalui wa untuk berbagi.

Saya ceritakan awal mula mengapa belajar ini, bagaimana cara saya belajar, apa saja yang sudah saya pelajari dan seperti apa gambaran materi yang saya akan dalami.

Ada mbak Nella dan mbak Kena yang sedang mempersiapkan kelahiran pun ikut serta berdiskusi pada sesi tersebut.

Keluarga dengan tema tak sama ini akan berproses agar masing-masing pribadi bisa belajar dengan bahagia..

Salam hangat,
Asri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.