Kelas ini diawali dengan mengisi form tema belajar di masing-masing regional. Saya memilih materi sesuai dengan peta belajar saya: Babywearing. Ternyata, di regional, saya sendirian. Saya pikir, "oh, nanti pasti ada temannya di Nasional". Eh, nyatanya yang mengambil tema ini sebagai bahan belajar belum banyak.
Singkat cerita, saya 'tiba-tiba' melihat pengumuman nama saya terpampang sebagai: Kepala Keluarga. H" apa pula ini?", pikir saya. Teh Chika selaku Rektor IP me-mention nama saya. Wah, jadi semakin deg-deg kan.
Sejujurnya, saya hanya ingin belajar dengan tenang, tanpa mengurusi aktivitas administratif, tapi ya sudah lah. Saya jalani saya.
Ketika itu,w bertepatan dengan belajar di Bunda cekatan, saya sedang mengikuti acara diluar kota. Rasanya, nano-nano. Tidak optimal menyimak kelas.
Saya membuat grup di tengah-tengah acara, lalu mulai proses masuk anggota. Ada agenda masuk-keluar disini. Peserta bingung sebaiknya masuk kelas "tak terdefinisi" ini atau ada rumah yang lebih sesuai.
Saya arahkan agar mereka melakukan "re-definisi" atas apa yang ingin dipelajari. Makna istilah yang ingin dipelajari tak harus sama dengan yang lainnya. Usai itu, baru melakukan pemilihan ulang keluarga belajarnya.
Ini alur pertemuan di rumah keluarga kami..
Saya ceritakan awal mula mengapa belajar ini, bagaimana cara saya belajar, apa saja yang sudah saya pelajari dan seperti apa gambaran materi yang saya akan dalami.
Ada mbak Nella dan mbak Kena yang sedang mempersiapkan kelahiran pun ikut serta berdiskusi pada sesi tersebut.
Keluarga dengan tema tak sama ini akan berproses agar masing-masing pribadi bisa belajar dengan bahagia..
Salam hangat,
Asri

Komentar
Posting Komentar