Langsung ke konten utama

Mencari Teman di Bunda Cekatan

Pengakuan Dosa: Saya tidak menyimak live nya. Ini mengerjakan langsung saja. Hahahah.
Lucu rasanya. Kenapa saya begini? Sudah lelah-lelah ikut kelasnya tapi tidak dijalankan dengan baik. Ya, saya biasanya akan menonton dilain waktu ketika sudah lewat pun, wkwkwkwk


Intinya, ini saya kerjakan berdasarkan melihat tugas kawan-kawan lainnya. Padahal, saya pun tak tahu sebenarnya apa pembahasannya. Hiks.

Saya hanya membaca rangkuman dari mbak April yang dibagikan di grup. 

Sebelum itu, ada teman-teman yang menjapri saya. Menanyakan kelas yang saya ikuti dan kenapa menyukai hal tersebut. Ya, saya menjawabnya. Ada tiga orang yang menghubungi dan dua lainnya berasal dari teman sekelas. Saya belum aktif mencari teman karena, saya masih merasa cukup dengan mentor belajar menggendong saya saat ini. Kebanyakan orang membuat saya kurang fokus.

Saat ini, saya sedang mempraktikkan apa yang dipelajari dari pola yang Bu Septi lakukan di dunia nyata. Saya tidak ingin "membaguskan tugas" ini sehingga harus "menipu diri sendiri".

Ya, cukup ini dulu.

Ini saya lampirkan apa yang saya kerjakan. Saya merasa tidak perlu grafik ya, secara cuma lima biji. Heheheh. Terima kasih!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.