Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.
Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya..
Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.
Apa lagi efeknya? Ia menjadi pembicara di forum PBB untuk kategori anak muda, menjadi pembicara di berbagai negara, mendirikan start up pendidikan Ruang Guru, sederet penghargaan dalam dan luar negeri, ketika kuliah akademik memukau, berprestasi sosial dan tidak selesai jika disebutkan.
![]() |
| Buku dari Iman Usman |
Saya ingin mengadopsi cara yang Iman Usman lakukan. Apa itu? Fokus. Tentukan goalnya, pelajari caranya sampai kesana, lakukan dengan konsisten.
Baiklah. Saya akan menguji diri saya sendiri untuk melakukan ini.
Semua hal yang membahagiakan saya memiliki irisan yang sama. Membaca, menulis dan berdiskusi bisa menghasilkan satu produk karya, yakni: Buku.
![]() |
| Ini hal-hal yang membuat saya bahagia |
Dari tujuan dan keterampilan diatas, saya merinci keterampilan apa saja yang saya perlukan untuk dipelajari pada kuadran berikut ini.
Menulis Kreatif
Saya perlu mempelajari cara-cara menulis yang sesuai dengan tema yang ingin ditelurkan. Untuk tahap apa ini, saya akan fokus pada tema "Persiapan Pranikah". Mengapa? Prosesnya sudah saya lewati, materinya saya pelajari sejak kuliah hingga saat ini. Materi ini relevan dengan apa-apa yang sedang saya dan suami kembangkan saat ini. Menulis kreatif bermakna tidak hanya secara teori, melainkan menyampaikan apa yang sudah dilakukan, penyajian yang tidak membosankan, dan sederet lainnya.
Membaca Efektif:
Bagi saya, menulis bermakna membaca lebih banyak. Bagaimana menemukan buku/bacaan yang relevan, berkualitas dan menunjang tulisan. Bisa menyerap informasi dan menghasilkan hal-hal yang sesuai dengan apa yang dituliskan.
Komunikasi Reflektif:
Terkadang, apa yang saya baca memerlukan mitra diskusi. Guna mencapai tujuan ini, saya sedang mempersiapkan kelas kecil online bersama para single untuk berdiskusi. Saya perlu mendalami komunikasi yang reflektif agar tulisan yang dihasilkan berasal dari endapan pemikiran.
Manajemen Waktu:
Multi peran yang dijalani seringkali belum optimal, tapi saya tidak ingin berlarut-larut dalam hal ini. Saya tahu kuncinya: disiplin. Saya akan menjalani proses agar bisa berdisiplin dari rumah, dari diri sendiri, bukan karena adanya aturan dari pihak lain.
Mengelola Emosi:
Saya memasukkan ini ke dalam hal yang penting dilakukan dalam waktu dekat. Mengapa? Karena ketidakstabilan emosi seingkali membuat kontraproduktif. Emosi bukan berarti perihal marah, melainkan perasaan 'malas', menunda pekerjaan, kekecewaan tidak bisa melakukan sesuatu dan hal negatif lain yang sering menghinggapi diri dengan tiba-tiba.
Sementara, ini dulu yang sedang memnjadi fokus saya untuk diselesaikan. Semoga saya konsisten hingga akhir. Bismillah.
#JurnalAsri
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional



Sangat suka dengan tulisan mbak😘
BalasHapussaya akan buat jga point telur-telur agar lebih terarah.
mbak semua tulisan mbak upload di blogny mbak asri ini
Sangat suka dengan tulisan mbak😘
BalasHapussaya akan buat jga point telur-telur agar lebih terarah.
mbak semua tulisan mbak upload di blogny mbak asri ini