Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri. 

Perkembangan Riset Menghafal untuk Dewasa

Bismillah.. Saya sedang menyelesaikan ini. Sebenarnya, ini project keluarga yang sudah berjalan. Tapi, ketika dituangkan menjadi karya, serasa menulis karya ilmiah lagi 😅 Biar formal gitu deh sekalian. Inti dari karya ini adalah rangkuman poin yang sudah kami jalankan: - Menghafal Al-Qur'an di tempat kami disesuaikan dengan kondisi psikologis penghafal. Target dibuat masing-masing dengan konsultasi kepada kami. Jadi, antara satu dan yang lain tidak sama. - Kami tidak menekankan kecepatan, tapi harapannya mutqin semua yang dihafal. Prakteknya, usai satu juz disetorkan, maka perlu tasmi', demikian seterusnya. Ini lebih efektif bagi penghafal dewasa yang disertai aktivitas kuliah/bekerja. - Kami juga mengkaji bagaimana hafalan bisa masuk ke memori long term individu. Repetisi yang diperlukan hingga seseorang dikatakan hafal juga menjadi kajian di tulisan ini. Selain berbasis teori kognisi psikologi, juga menuangkan pengalaman pribadi saya dan suami yang sudah melal...

Melakukan Riset dari Rumah

Bertepatan dengan kelas kepompong ini, saya sedang melakukan riset mengenai metode tahfidz bagi perempuan dewasa. Sebenarnya, ini sudah saya dan suami lakukan selama satu tahun belakangan. Kali ini, kami menuangkannya ke dalam sebuah karya ilmiah. Tujuan kami sebenarnya sederhana. Kami ingin, menghafal Al-Qur'an ini menjadi sebuah budaya dari rumah. Hal yang biasa dilakukan oleh keluarga-keluarga. Bukan perkara yang asing lagi. Ya, lumrah saja begitu..  Bagaimana caranya?  Memperbanyak keluarga yang memiliki mindset menghafal Al-Qur'an sebagai sebuah project keluarga. Kami memulainya dengan membangun Rumah Tahfidz-Parenting Nurul Qur'an di rumah kami. Ada beberapa santri putri yang tinggal dan belajar bersama kami. Mulai dari tahfidz, tema-tema pra nikah dan berbagai aktivitas lainnya.  Mengapa ini perlu?  Menghafal merupakan salah satu cara paling efektif melatih jiwa. Biasanya, emak-emak pasca menikah mengalami ketidakstabilan emosi yang berimbas k...

Menemukan Buddy dan Berkirim Bekal

Saya memutuskan untuk menghubungi duluan buddy. Namanya mbak Alvin Tio. Akrab disapa mbak Apin. Pertimbangannya apa? Hm, entahlah, terpikir tiba-tiba saja. Mungkin, karena mbak Apin sebelumnya menghubungi untuk meminjam novel, jadi masih terngiang. Alhasil, diterima..alhamdulillah. Mbak Apin masuk ke kelas Manajemen Emosi. Menurut ceritanya, kelas ini sangat besar dan dipisah lagi ke bagian yang lebih kecil. "Ada manajemen marah, manajemen konflik, self healing, selfcare, innerchild dan masih buanyak lainnya", jelas mbak Apin  Mengapa memilih masuk kelas manajemen emosi? Kalau alasan manajemen emosi, sy menyadari banyak rasanya yg sy ingin rubah dlm mendidik Husna nantinya. Sering tiba-tiba suka evaluasi diri pasca belajar parenting tema apa gitu ya. Lalu mendapati sewaktu sy kecil sy gak mendapatkan itu. Ini ada di bagian kelompok innerchild kalo dikelas menejemen emosi. Jadi semacam ingin memperbaiki kedepannya seluk beluk hal ihwal yg ada di manajemen emosi. ...