Langsung ke konten utama

Menemukan Buddy dan Berkirim Bekal

Saya memutuskan untuk menghubungi duluan buddy. Namanya mbak Alvin Tio. Akrab disapa mbak Apin. Pertimbangannya apa? Hm, entahlah, terpikir tiba-tiba saja. Mungkin, karena mbak Apin sebelumnya menghubungi untuk meminjam novel, jadi masih terngiang. Alhasil, diterima..alhamdulillah.


Mbak Apin masuk ke kelas Manajemen Emosi. Menurut ceritanya, kelas ini sangat besar dan dipisah lagi ke bagian yang lebih kecil. "Ada manajemen marah, manajemen konflik, self healing, selfcare, innerchild dan masih buanyak lainnya", jelas mbak Apin 

Mengapa memilih masuk kelas manajemen emosi?
Kalau alasan manajemen emosi, sy menyadari banyak rasanya yg sy ingin rubah dlm mendidik Husna nantinya. Sering tiba-tiba suka evaluasi diri pasca belajar parenting tema apa gitu ya. Lalu mendapati sewaktu sy kecil sy gak mendapatkan itu. Ini ada di bagian kelompok innerchild kalo dikelas menejemen emosi. Jadi semacam ingin memperbaiki kedepannya seluk beluk hal ihwal yg ada di manajemen emosi.


Bagaimana perjalanan mbak Apin selama mengikuti kelas Bunda Cekatan? 
Begini jawabannya.. 

Jadi kalo saya evaluasi sendiri mbak, saya sering tertinggal belajar, live di fb, diskusi di kelas. Tapi setelahnya saya selalu ikuti meski harus marathon lari dan manjat chat/diskusinya sendirian.


Apa kendala yang dialami selama kelas Bunda Cekatan? 
Kalo sy lebih ke materinya sih mbak. Materinya membludak dalam waktu bersamaan. Ini yg bikin kurang srek kalo sy. Meskipun sudah di kelompok2kan postingannya sm mba Ika Prat kan ya. Di folder2 dengan namanya sesuai kelas2nya


BEKAL UNTUK BUDDY KU, MBAK APIN
Dear mbak Apin.. 
Tidak jarang, emosi kita tak terkendali.
Padahal, materi sudah dipelajari. 
Kenapa masih belum bisa mengontrol diri? 
Atau hanya bertahan beberapa waktu lalu kembali lagi? 

Berproses dengan bahagia.. 

Saya kirimkan.. 
Sebaik baik kawan
Ialah buku La Tahzan
Menghilangkan kegundahan
Baca per bagian 
Saat emosi tak tertahan
Atau bingung tak karuan
Ia bisa menjadi sebaik-baik mengingat kebaikan
Hidup terus berjalan
Guna mencari keridhoan Tuhan.. 


Link ebook buku La Tahzan:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.