Langsung ke konten utama

Melakukan Riset dari Rumah

Bertepatan dengan kelas kepompong ini, saya sedang melakukan riset mengenai metode tahfidz bagi perempuan dewasa. Sebenarnya, ini sudah saya dan suami lakukan selama satu tahun belakangan. Kali ini, kami menuangkannya ke dalam sebuah karya ilmiah.

Tujuan kami sebenarnya sederhana. Kami ingin, menghafal Al-Qur'an ini menjadi sebuah budaya dari rumah. Hal yang biasa dilakukan oleh keluarga-keluarga. Bukan perkara yang asing lagi. Ya, lumrah saja begitu.. 

Bagaimana caranya? 
Memperbanyak keluarga yang memiliki mindset menghafal Al-Qur'an sebagai sebuah project keluarga. Kami memulainya dengan membangun Rumah Tahfidz-Parenting Nurul Qur'an di rumah kami. Ada beberapa santri putri yang tinggal dan belajar bersama kami. Mulai dari tahfidz, tema-tema pra nikah dan berbagai aktivitas lainnya. 

Mengapa ini perlu? 
Menghafal merupakan salah satu cara paling efektif melatih jiwa. Biasanya, emak-emak pasca menikah mengalami ketidakstabilan emosi yang berimbas kepada anak-anak dan keluarganya. Nah, menghafal Al-Qur'an memiliki penawar untuk itu. Ini bukan sekedar perkara kognisi, melainkan upaya merubah pribadi menjadi lebih baik laku dan hatinya. 


Metode apa yang kami gunakan? 
Inilah yang sedang kami kembangkan. Jika lumrahnya pesantren menggunakan satu metode, disini kami menggunakan beragam metode. Falsafah kami: tidak ada satu metode yang cocok untuk semua santri, jadi semua akan diarahkan sesuai dengan kecocokannya dalam menghafal Al-Qur'an. 


Hari pertama kelas kepompong ini, saya melatih keterampilan menuliskan apa yang sudah kami kerjakan ke dalam paper. Selama satu bulan ke depan, ini akan terus diperbaiki. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.