Bertepatan dengan kelas kepompong ini, saya sedang melakukan riset mengenai metode tahfidz bagi perempuan dewasa. Sebenarnya, ini sudah saya dan suami lakukan selama satu tahun belakangan. Kali ini, kami menuangkannya ke dalam sebuah karya ilmiah.
Tujuan kami sebenarnya sederhana. Kami ingin, menghafal Al-Qur'an ini menjadi sebuah budaya dari rumah. Hal yang biasa dilakukan oleh keluarga-keluarga. Bukan perkara yang asing lagi. Ya, lumrah saja begitu..
Bagaimana caranya?
Memperbanyak keluarga yang memiliki mindset menghafal Al-Qur'an sebagai sebuah project keluarga. Kami memulainya dengan membangun Rumah Tahfidz-Parenting Nurul Qur'an di rumah kami. Ada beberapa santri putri yang tinggal dan belajar bersama kami. Mulai dari tahfidz, tema-tema pra nikah dan berbagai aktivitas lainnya.
Mengapa ini perlu?
Menghafal merupakan salah satu cara paling efektif melatih jiwa. Biasanya, emak-emak pasca menikah mengalami ketidakstabilan emosi yang berimbas kepada anak-anak dan keluarganya. Nah, menghafal Al-Qur'an memiliki penawar untuk itu. Ini bukan sekedar perkara kognisi, melainkan upaya merubah pribadi menjadi lebih baik laku dan hatinya.
Metode apa yang kami gunakan?
Inilah yang sedang kami kembangkan. Jika lumrahnya pesantren menggunakan satu metode, disini kami menggunakan beragam metode. Falsafah kami: tidak ada satu metode yang cocok untuk semua santri, jadi semua akan diarahkan sesuai dengan kecocokannya dalam menghafal Al-Qur'an.
Hari pertama kelas kepompong ini, saya melatih keterampilan menuliskan apa yang sudah kami kerjakan ke dalam paper. Selama satu bulan ke depan, ini akan terus diperbaiki.
Komentar
Posting Komentar