Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

Jurnal Mingguan 1: Menelisik Kembali Makna “Bisa yang Membahagiakan” bagi Individu

Tulisan ini diawali dengan pertanyaan yang saya lontarkan kepada diri sendiri: “Bagaimana kita memahami bahwa diri kita menyukai suatu aktivitas? Terkadang, kita menyebut aktivitas ini suka, beberapa minggu-bulan-atau tahun berganti lagi kesukaannya.” “Apa tolak ukur yang bisa kita gunakan untuk melegitimasi jika aktivitas tertentu layak kita sebut ‘bisa dilakukan’?” “Adakah aktivitas yang tidak kita suka jika kita menumbuhkan ‘keikhlasan’ dalam hati?” Pertanyaan diatas muncul tatkala saya mulai merenungkan kembali makna “suka-bisa-tidak suka-tidak bisa”. Saya kembali pada masa ketika pernah membuat list, mengisi kuadran, lalu membuat simpulan mengenai hal ini, beberapa tahun yang lalu. Entah apa yang saya isi waktu itu, yang jelas memikirnya saat ini membuat saya menyadari jika: yang saya sukai belum bisa bertahan lama untuk dikerjakan hingga saat ini.  Apakah itu artinya apa yang saya tuliskan dahulu bukanlah suatu hal yang saya sukai? Saya perlu mel...