Langsung ke konten utama

Makanan Belajarku

Memasuki kelas ulat. Rasanya, nano-nano. Banyak hal baru yang pastinya dipelajari, namun terkadang merasa adanya waktu membuat kenikmatan proses ini sedikit berkurang. (hihihi)

Kelas ulat setidaknya memaksa jiwa untuk ikut hadir penuh setelah mengambil keputusan untuk lanjut di kelas bunda cekatan. Ya, alhamdulillah. Jalani dengan penuh tanggung jawab.

Malam ini, rasanya saya ikut bahagia membaca tema-tema belajar teman-teman dan sumber-sumber yang mereka dapatkan. Ada beberapa tema yang saya pun kelak akan menjadikannya bahan belajar. 

Pada bagian ini, saya tetap fokus pada satu tema awal hingga mahir sebagai konsultan kelak. Tema ini berkaitan dengan babywearing/menggendong. Senang rasanya mengetahui jika tema ini masih konsisten saya jalani hingga saat ini. Saya pun merasakan adanya peningkatan belajar di tema ini. 


Bagi teman-teman yang ingin belajar tema babywearing, ini langkah yang membuat saya lebih cepat belajar. Disamping berkomunitas, mengambil kelas menggendong dan belajar mandiri menjadi cara yang menyenangkan.
 Usai merekomendasikan belajar, saya pun merefleksikan apa yang sudah diketahui, apa yang ingin diketahui dan apa yang menarik untuk saya pelajari. Menulisakannya membuat saya semakin semangat belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.