Langsung ke konten utama

Cara Belajar Ibu Rumah Tangga

Setelah mendengar paparan Bu Septi di kelas orange, saya justru menyadari jika selama ini saya sudah "merdeka belajar". Dua terakhir sejak kelahiran Zaki, saya belajar mengenai ASI dan menggendong. Dua hal yang sangat membahagiakan untuk saya pelajari. 2020 nanti, saya ingin profesional di kedua bidang ini. Tujuannya: saya ingin menjadi Konselor Laktasi dan Konsultan Menggendong. Lalu, perihal menulis yang kemarin, bagaimana? Ya, ini juga sedang proses saya praktikkan untuk bisa menghasilkan karya.

Jadi, bagaimana?

Selama ini yang saya lakukan untuk mendapatkan ilmu:

ASI: Belajar dari buku seputar ASI, mengikuti dan membaca hal-hal berkaitan dengan kendala laktasi dari grup AIMI, mengikuti kelas laktasi, lalu tahun ini saya ingin profesional dalam hal ini. Saya ingin membantu orang-orang di sekitar saya yang terkendala dengan meyusui. Saya sudah mencari informasi bahwa menjadi konselor memerlukan pelatihan khusus. 

Di Surabaya, pelatihannya akan dibuka bulan September/November melalui Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. Biaya yang diperlukan sekitar -+Rp6.000.000,00. Kenapa bisa semahal ini? Iya, karena akan mendapatkan ilmu dari para ahlinya. Oleh karena itu, saya pun berupaya menyiapkan dana khusus untuk mencapai hal ini.

Menggendong: Saya telah mengikuti kelas dasar dan kelas back carry melalui konsultan menggendong bernama Mama Yaya (Indah Siaw). Saya baru selesai mengeksplorasi tiga jenis gendongan yang saya gunakan sehari-hari, yaitu WCSSC bahan tenun jacquard, jarik dan selendang lurik. Saya ingin mencoba dan mengeksplorasi gendongan lainnya. Tahun ini, saya ingin menambah satu gendongan woven wrap agar bisa mempraktikkan teknik-teknik lainnya.

Saya mendapatkan informasi jika mengikuti pelatihan untuk mennjadi konsultan menggendong biayanya pun tidak murah. Di School of Babywearing, UK, biayanya jika dirupiahkan sekitar Rp 8.000.000-Rp 10.000.000.

Kalau dipikir-pikir, apa iya belajar harus membayar sebanyak itu?
Kalau saya meyakini jika ilmu itu memang perlu dikejar. Jangan sampai terkendala biaya. Makanya, saya menyiapkan dana khusus. Darimana? Berjualan Halo Balita, hehe. Ini betul. Setelah tahun kemarin saya mengalokasikan dana-dana untuk membeli buku anak yang totalnya 15 jutaan, tahun ini saya ingin mempersiapkan dana belajar saya mengikuti kursus profesional. Jadi, saya memang berjualan dengan tujuan seperti ini. Bahagia rasanya..apalagi tiap bulan masih bisa berbagai dengan keluarga.


Sebelum mengambil kursus profesional, saya ingin mengelola diri untuk bisa terus konsisten belajar kedua hal tersebut.

Lalu, perihal menulisnya bagaimana?
Saya membagi keterampilan menjadi dua: personal dan ilmu yang mendukung keterampilan menjadi ibu.

Secara personal, saya ingin menghasilkan karya, jadi tetap akan dijalankan selangkah demi selangkah.
Berkaitan dengan peran keibuan, saya juga melakukan upgrade ilmu seperti yang saya tuliskan diatas.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Belajar Tema Babywearing 2020

Alhamdulillah, memasuki tahun 2020 bertepatan dengan kelas Bunda Cekatan Batch #1 membuat peta belajar. Sejujurnya, saya masih proses menyelesaikan video-video di grup, namun belum terkejar. Sembari saya pelajari kembali, saya selesaikan peta belajar yang menjadi tugas kali ini. Ceritanya, saya hanya menuliskan satu paket belajar saya tahun ini.  Mengapa? Agar ini bisa tercapai dengan sempurna. Mungkin, salam praktiknya akan ada banyak hal lain yang saya pelajari setahun ke depan, namun tema babywearing akan menempati salah satu posisi utama. Semoga bisa istiqomah hingga akhir tahun nanti. Bismillah.

Belajar Fokus dari Pemuda Ini: Menemukan Telur Keterampilan dan Konsistensi

Tidak membutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Saya banyak sekali belajar dari perjalanan Iman Usman belajar. Hal yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah: belajar bagaimana caranya belajar. Melaksanakan kebahagiaan dengan tanggung jawab, detail dan fokus.  Saya ceritakan satu penggalan kisah di buku ini ya.. Ketika usia 10 tahun, iman Usman menyukai Harry Potter. Saking 'tergila-gilanya' dengan novel fiksi ini, ia akhirnya belajar bahasa Inggris. Motivasinya, ingin membaca seri Harry Potter yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia pun bisa membacanya. Ia juga bersinisitif mendirikan toko online yang menjual perlengkapan Harry Potter di usianya yang sangat muda, mengadakan perjumpaan penggemar Harry Potter di daerahnya (yang ternyata diikuti banyak orang). Dari segala aktivtasnya yang dimulai dari hobi membahagiakan ini, anak kecil Iman bisa memperoleh uang yang ketika itu sekitar 2 jutaan.  Apa lagi efeknya?...

3: Apa yang Bertambah?

Hari ke-3. Hari ini bertepatan dengan hari Kamis, jadwal saya berpuasa sebenarnya. Pada masa begini, biasanya saya lelah, sulit melakukan apapun. Dan, hari ini sama. Saya tepar seharian. Perkembangan penulisan karya minim sekali. Tadi, saya menambahkan kalimat tanya di rumusan masalah, udah hanya itu. Rasanya, repot sekali mengerjakan di tengah menyusui dan puasa. Saya memberikan nilai need improvement untuk diri sendiri. Sebaiknya, besok saya membuat timeline dan aturan yang lebih jelas untuk diri sendiri.